08 January 2012
Resolusi Juara
RESOLUSI JUARA 2012
Tahun 2012 merupakan tahun yang baru buatku, dengan semangat yang baru juga tentunya. Tahun ini menjadi awal tahun yang penuh berkah bagi diriku selain aku sudah lulus dari bangku kuliah, aku juga sudah memiliki pekerjaan yang baru. Semua anugerah ini begitu besar Allah limpahkan kepadaku dan keluargaku, dan membawaku menuju impianku.
Aku memang keluar dari jalur kuliah dan hobiku, tapi aku selalu percaya setiap hal yang aku jalani selalu penuh keyakinan dan totalitas. Resolusiku ditahun ini tidaklah besar, selain ingin melebarkan sayap di dunia perbankan khususnya di perbankan syariah, aku ingin sekali melanjutkan hobi menulisku dan menyelesaikan novel yang sedang ku tulis.
Kehidupan hiruk pikuk Jakarta dan gaya hidup hedonisme telah ku tinggalkan sejak menginjak tahun baru ini, dan dengan penuh keyakinan aku tanamkan pada diriku untuk melewati semuanya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Pontang, sebuah kecamatan dipelosok kota Serang menjadi tempat tinggalku sekarang. Aku dan 7 orang rekanku tinggal satu rumah dan memiliki visi serta misi untuk membantu ibu-ibu dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan bantuan modal usaha sehingga mereka mampu hidup dan berkembang lebih baik dari kehidupan mereka sekarang. Menjadi suatu target bagiku untuk mampu meraih seluruh ibi-ibu ditempat ini menjadi nasabahku, bukan karena target atasan atau perusahaan, namun keinginanku untuk membantu mereka hidup lebih baik lagi.
Setiap hari aku mengendarai motor berkeliling melihat ibu-ibu itu mandi, mencuci baju, dan mencuci piring disungai yang sama, satu sumber dan satu arus. Benar-benar tontonan yang miris dan menyayat hatiku. Air bersih disini pun susah, tapi mereka tidak mengeluh, aku pun belajar itu dari mereka.
Aku menulis ini untuk mereka, dengan modal laptop butut warisan kakakku dan modem speedy yang ada aku berusahan menyampaikan betapa hidup masyarakat kota lebih beruntung dibandingkan mereka. Informasi yang didapatkan daerah ini juga sangat minim. Warung internet (warnet) di kota Pontang bisa dihitung dengan jari, namun pelajar disini selalu pergi ke warnet untuk belajar dan mengenal dunia luar meski hanya sedikit. Terima kasih Telkom, terima kasih Speedy, kau telah melengkapi kekosongan hidup kami dengan adanya internet. Semoga tahun 2012 ini aku bisa menyelesaikan seluruh tulisanku dan membantu warga Pontang lebih banyak lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
